Kamis, 08 Oktober 2015

Belajar Berempati

Belajar Bermpati

Dalam kehidupan kita tidaklah susah menemukan orang  berbondong - bondong untuk berempati dikala kita dalam keadaan bersukacita, ataua mendapat rizky yang lebih, namun mudahkah kita temui orang yang mau berempati saat kita dalam kesedihan, luka atau terpuruk?

Turut merasakan apa yang dirasakan orang lain baik dalam keadaan suka dan duka adalah esensi atau nilai penting dari makna berempati, pertanyaan yang sering muncul apakah kita cukup punya keberanian untuk turut merasakan apa yang dirasakan orang lain terutama saat mereka berduka ?

Disinilah harus kita pahami bahwa empati itu tanpa syarat, lahir dari jiwa dan hati yang bersih dan hanya orang - orang yang bernurani yang akan sanggup berempati dengan tulus terhadap kesuksesan atau penderitaan orang lain

Marilah kita belajar untuk terus menajamkan mata hati, sehingga mampu melihat dengan jelas apapun yang sedang dialami oleh orang lain dan kita mampu terlibat untuk menjadi penenang dan penyejuk dalam kehidupannya.

Bila kita mampu berempati dengan orang lain, pasti kedamaian yang akan kita dapatkan, dan ingat saat beempati kenakanlah baju yang dipakai orang lain, jangan kenakan baju yg biasa kita pakai, karena orang lain tidak pernah merasakan baju yg kita pakai.

Belajarlah terus untuk berempati kepada orang lain dan kita akan terdidik menjadi jiwa yang santun dan penuh kasih
Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita amiin

( firsajoning, Mengikat Makna.....8 Okt 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar