Aku tak suka berbicara dengan tembok
Karena kau tahu bukan?
Tembok tidak bisa mendengar dan berbicara
Namun berulang kali aku bicara padamu
Dan kau hanya diam membisu
Tak keluar sedikitpun suaramu
Kau sengaja hanya diam membisu
Tak kau gunakan mulut dan telingamu
Hanya diam membisu daan membatu
Bagiku kau lebih dari tembok
Karena sejatinya kau mendengar dan dapat bicara
Kesombonganmu membuatmu selalu membusungkan dada
Keangkuhanmu melupakan harkatmu sebagai manusia
Kau menembokkan hati dan rasamu
Kemudian kau benar benar menjadi tembok bukan lagi manusia
( firsajoning, Tembok....13 April 2015 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar