Rabu, 29 April 2015

Gadis Hebat

Lukamu belum mengering
Masih menyisakan perih di hati
Peristiwa itu lekat membayang
Mencabik - cabik hati menyisakan duka
Namun kau gadis hebat, putriku
Dalam duka lara kau mampu berkata
Walau dengan lelehan air mata
Walau dengan keringat yang tak berhenti mengalir
Kau berani berkata yang benar
Kaunberani bela harga dirimu
Kau manpu menjadi gadis yang terhormat
Walau harus berhadapan dengan hariamau
Walau harus berdebat dengan ahli debat
Kau siap dengan segalnya
Kau hanya berbisik padaku
Bunda, aku ingin menjaga kehormatanku
Dan kita menangis, sambil berpelukan
Sungguh kau gadis yang hebat

( firsajoning, Gadis Hebat....30 April 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar