Hujan semalam menyisakan tanah basah
Wangi bunga mekar menyeruak pagi
Embun terkalahkan oleh sisa hujan semalam
Pagi ini awan hitam masih menggelantung di langit
Matahari masih enggan beranjak dari peraduan
Pagi yang menyengat, dinginya sampai di sumsum tulang
Pagi yang berkabut, gelap menyergap
Penghuni bumi, enggan keluar dari peraduan
Menarik selimut hangat penuh kemalasan
Saat itulah kerinduan semakin membuncah
Pada setangkup wajah nan teduh
Mengalahkan dingainnya pagi ini
Sungguh aku merindukanmu
Bersma pagi ku sambut hadirmu
Say... I love u
( firsajoning, Pagi Penuh Asa ....2 April 2015 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar