Dalam gerimis, kau diam membisu
Kau biarkan air gerimis membasah
Hingga tubuhmu basah
Kau tak meninggalkan gerimis
Menikmatinya dengan segenap rasa
Hingga mengalir air bening dari sudut mata
Semua tak terlihat karena gerimis
Yang terlihat hanya lengkung senyummu
Yang hadir dari kebekuan yang nyata
Yang hadir dari dingin yang menyiksa
Kau tetap bertahan dalam gerimis
Sambil terus menangis
( firsajoning, Dalam Gerimis....6 agustus 2015 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar