Menangis di ranjang tua
Sepi sendiri mendera raga
Belahan jiwa entahlah kemana
Sendiri menanti hingga malam tiba
Malam menjelma menjadi gelap
Menampakkan siluet yang menakutkan
Aku meringkuk di ranjang tua
Ranjang saksi cinta kita berdua
Kulihat malam semakin larut
Sayup - sayup kudengar suaramu
Tertawa dan bercanda mesra
Aku perempuan luka
Meringkuk, meneteskan air mata
Diranjang tua milik kita
Malam, segeralah hilang
Aku ingin pagi menjelang
Biarlah akan kuseka semua luka
Kusambut pagi dengan bahagia
Entah kau ada ataupun tiada
Ranjang tua saksi bisu cinta kiat
( firsajoning, Perempuan Luka....20 Agustus 2015 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar