Selasa, 27 Desember 2016

Menjadi Guru Idola

Menjadi Guru Idola

       Profesi guru sebagai pendidik adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam kehidupan. Guru adalah ujung tombak gerakan perubahan. DI pundak seorang guru terpikul tanggung jawab yang agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah SWT.
        Hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh seorang pendidik adalah membersihkan nilai - nilai negatif dan virus - virus jahiliyah dari materi yang disampaikan. Sebagai guru kita harus selalu ingat bahwa apa yang kita berikan kepada peserta didik akan dimintai pertanggungjawabanya oleh Allah, untuk itu kita perlu membekali diri dengan ilmu dan karakter - karakter yang mulia agar dapat dijadikan teladan oleh peserta didik.
        Ingatlah bahwa tugas seorang pengajar tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik saja, lebih dari itu seorang pengajar harus mampu menanamkan nilai - nilai luhur serta mengembangkan semua kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik.
         Untuk meujudkan hal tersebut, maka seorang pendidik harus membekali dirinya dengan berbagai hal sebagai modal untuk mengajar dan mendidik siswanya dengan baik.
          Seorang pendidik harus mempunyai karakter yang mulia sebagai bekal untuk dirinya.
Di antara karakter yang harus dimiliki oleh seorang pendidik adalah :
1. Mengikhlaskan Ilmu Untuk Allah
Perkara yang sering dilalaikan oleh seorang pendidik adalah mengikhlaskan ilmu untuk Allah, mereka kadang lupa bahwa semua yang dilakukanya harusnya semata - mata karena Allah, yang terjadi adalah mengajar dan mendidik hanya disebabkan karena memang tugas dan tangung jawabnya saja, bila ini terjadi maka akan banyak kesia - siakan yang dilakukan oleh pendidik, untuk itu marilah kita ikhlaskan dan kita niatkan ilmu yang kita bagi dan salpaikan kepada peserta didik kita lakukan dengan ikhlas dan benar - benar mengaharap ridho dari Allah, insya Allah ilmu yg kita sampaikan membawa berkah dan tidak sia - sia baik untuk kita maupun untuk peserra didik.
2. Jujur
Karakter jujur harus dimiliki oleh seorang pendidik, jujur adalah mahkota di atas kepala seorang pendidik.Jika sifat ini hilang darinya maka ia akan kehilangan kepercayaan manusia akan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, karena anak didik pada umumnya akan menerima apa saja yg disampaikan oleh gurunya.
Maka jika peserta didik menemukan ada dusta dari seorang guru maka ia tidak akan lagi percaya dengan apa yang disampaikan oleh gurunya.
Marilah kita pelihara karakter jujur pada diri kita sebagai pendidik, berani berkata benar walau banyak dimusuhi, jangan sampai seorang pendidik mendapatkan label pendusta atau pembohong dari siswanya. Jujur adalah karakter yg harus terus melekat pada diri seorang pendidik.
3.Serasi Antara Ucapan Dan Perbuatan
Seorang pendidik harus mampu menjadi contoh dan teladan untuk siswanya, anak - anak akan cepat belajar dan meniru dari teladan yang diberikan oleh gurunya, biasanya anak akan malas kalau hanya diajak namun kita tidak memberikan teladan terhadap apa yg harus dilakukan.
Serasi antara ucapan dan perbuatan akan menjadikan seorang pendidik menjadi lehih mulia, dan terhindar dari kata " jarkoni" iso ngajar ora iso ngakoni.
Marilah kita terus belajar agar setiap yang ucapkan harus selaras dengan perbuatan kita, sehingga peserta didik dapat menemukan sosok idola dari kita sebagai pendidik, pada akhirnya akan tumbuh rasa cinta dari para siswa untuk kita.
4.Berakhlak Mulia Dan Terpuji
Tidak diragukan lagi bahwa kata yang baik dan tutur bahasa yang bagus mampu memberikan pengaruh di jiwa, mendamikan hati, serta menghilangkan dengki dan dendam. Seorang pendidik harus mempunyai raut wajah yang kasih serta berseri - seri, bukan raut wajah yang kusut dan menyebalkan. Wajah yang selalu dihiasi senyum, perkataan yang lembut serta prilaku yang sopan santun akan membuat peserta didik nyaman dan dengan mudah menjadi dekat dengan kita.
5. Tawadhu'
Tawadhu' atau rendah hati adalah akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, dengan sifat tawadhu inilah guru bisa lebih menghargai peserta didik, tidak menganggap dirinya orang yang paling pintar dan benar, hal ini membuat seorang pendidik akan terus berupaya memperbaiki keilmuanya dan akan terus belajar dengan sungguh - sungguh.
6. Bercanda Dengan Anak Didiknya
Seorang pendidik harus mekiliki selera humor agar kelas tidak memhosankan, mempunyai kemampuan bercanda untuk memcairkan suasana, tentunya bercanda dgn tujuan agar kelas tidak monoton dan mati.
Bercanda dapat mengusir bosan dan jemu dalam kelas, namun perlu dingat bahwa kita tidak boleh bercanda yang berlehihan yang justru akan mengaburkan materi pelajaran yang kita berikan.
7.Sabar Dan Menahan Emosi
Karakter sabar harus dimiliki oleh seorang pendidik, ingatlah bahwa peserta didik kita mempunyai karakter dan latar belakang yang berbeda - beda, bisa jadi di kelas ulah mereka membuat kita menjadi emosi, itulah tantangan kita sebagai pendidik untuk bisa menahan diri agar tidak marah, atau bahkan melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa, seorang pendidik harus mampu mengendalikan dan menata emosinya dengan baik jika berhadapan dengan peserta didik yg mempunyai sikap dan sifat yg beragam.
8. Menghindari Perkataan Keji Yang Tidak Pantas
Berkata keji, mencaci atau memberi label kepada siswa dengan label yg jelek tentu saja akan membuat siswa sakit hati, hemdaknya pendidik harus menyadari bahwa peserta didik juga punya perasaan, jangan sampai menyakiti hatinya dengan perkataan kita.
Jangan pelit untuk memberikan sanjungan dan pujian kepada para siswa, pun seandainya ada anak yg tidak sesuai dengan harapan kita. Pemilihan kata - kata menjadi sangat penting bagi seorang pendidik, bangunkan kesadaran peserta didik dengan hal - hal yang menyenagkan, buatlah mereka tersanjung yg pada akhirnya akan membuahkan kesadaran untuk terus belajar.

Itulah karakter - karakter yang harus di miliki oleh seorang pendidik. Harapanya adalah kita sebagai pendidik tidak pernah berhenti untuk terus belajar, agar kompetensi pada diri kita terus meningkat, pada akhirnya kita akan benar - benar menjadi pendidik yang diidolakan siswa, yang kehadiran kita selalu dirindukan, dan semua sikap kita di teladani oleh siswa.

( Ditulis berdasarkan pengalaman mengajar di kelas, Murtiningsih, 27 Desember 2016 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar