Senin, 25 Januari 2016

Jerit Kesunyian

Dalam jerit kesunyian
Aku meratapi nasib
Mengapa aku tak diijinkan hidup
Tak diijinkan menghirup udara fana

Dalam jerit kesunyian aku menangis
Atas tindakan bengis
Dari seorang yang harusnya kupanggil " Ibu "
Yang tega mengambil nafasku

Dalam jerit kesunyian aku protes
Kepada keadaan yang salah untukku
Padahal aku tak pernah salah
Namun mengapa aku di salahkan

Dalam jerit kesunyian
Aku menangis panjang
Ketika alat penghisap mencabik tubuhku
Tercerai semua anggota tubuhku

Dalam jerit kesunyian
Aku menjadi bisu
Tangisku tak lagi terdengar
Hawa kematian dalam pelukanku

Dalam jerit kesunyian
Aku tak lagi berhak hidup
Entahlah ini salah siapa
Yang aku tahu " Ibu " tak ingin melihat tangisku dan tak pernah ingin melihat tawaku

( firsajoning, Jerit Kesunyian.....26 Jan 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar