Ini catatanku tentangmu
Yang menyebut dirinya penyair
Karena lulus dari Universitas Terkenal
Dengan ilmu yang tak terbilang banyaknya
Namun, lihatlah sikapmu
Tidak lebih baik dari lulusan Sekolah Dasar
Tidak lebih santun dari orang yang tak pernah makan sekolah
Menelanjangi kata - kata orang lain
Tanpa adab dan sopan santun
Kau yang menyematkan atribut penyair senior
Dengan pongah melangkah gagah
Menginjak kami yang baru belajar kata - kata
Menelanjangi semua karya tanpa belas kasian
Padahal diluar sana
Sungguh aku berteman dengan para cendekia
Karya sastranya sudah mendunia
Namun tetap santun dan bersahaja
Sungguh mereka lulusan sastra
Bukan saja S1 atau S2
Guru Besar sudah disandangnya
Namun tetap ramah hati ketika menyapa
Tak pernah menghina sebuah karya
Walau hanya tentang titik dan koma
Jadi untuk apa berjalan tegap
Mendongakkan kepala
Kalau hanya membuat lara
Dan meninggalkan luka
Meninggalkan noda hitam pada karya sesama
Bukankah kita harus ingat pelajaran Bahasa Indonesia
Bagai ilmu padi yang harus kita teladani
Makin berisi makin menunduk
Bukan sebaliknya
Seperti tong kosong berbunyi nyaring
Banyak bicara tanpa karya nyata
Banyak mencaci tanpa bukti hakiki
Berhentilah memandang sebelah mata
Kepada kami yang belajar tentang kata - kata
Sungguh kami hanya ingin merdeka
Mengungkap kata dengan jujur dan bijaksana
( Firsajoning, Belajarlah....23 Jan 2016 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar