Senin, 25 Januari 2016

Jerit Kesunyian

Dalam jerit kesunyian
Aku meratapi nasib
Mengapa aku tak diijinkan hidup
Tak diijinkan menghirup udara fana

Dalam jerit kesunyian aku menangis
Atas tindakan bengis
Dari seorang yang harusnya kupanggil " Ibu "
Yang tega mengambil nafasku

Dalam jerit kesunyian aku protes
Kepada keadaan yang salah untukku
Padahal aku tak pernah salah
Namun mengapa aku di salahkan

Dalam jerit kesunyian
Aku menangis panjang
Ketika alat penghisap mencabik tubuhku
Tercerai semua anggota tubuhku

Dalam jerit kesunyian
Aku menjadi bisu
Tangisku tak lagi terdengar
Hawa kematian dalam pelukanku

Dalam jerit kesunyian
Aku tak lagi berhak hidup
Entahlah ini salah siapa
Yang aku tahu " Ibu " tak ingin melihat tangisku dan tak pernah ingin melihat tawaku

( firsajoning, Jerit Kesunyian.....26 Jan 2015 )

Dunia Buku

Aku ingin memasuki gerbangmu
Menyelami semua isimu
Ingin berlari dan menggapai bintang
Menikmati surga dunia bersamamu

Aku ingin terus mencumbumu
Hingga kureguk semua nikmat
Gelak tawa dan air mata
Semua tumpah bersamamu

Aku ingin terus bersamamu
Memasuki gerbang peradaban dunia
Dengan semua yang ada padamu
Kuyakin dunia tak pernah tinggalkanku

Aku tak perlu khawatir
Karena kau tak pernah berkhianat
Kau selalu setia dan jujur padaku
Tak pernah bosan menemaniku

Aku akan terus setia padamu
Setia pada janji yang indah
Janji derajat lebih tinggi
Janji kehidupan yang hakiki

( firsajoning. Membacalah.....25 Jan 2015 )

Minggu, 24 Januari 2016

Tentangmu

Pagi ini
Kujumpai wajahmu dalam pias
Kabut terlihat di bening matamu
Menunduk menyiratkan banyak luka

Pagi ini
Lengkung senyummu tak lagi sempurna
Sisa hujan semalam jelas masih terasa
Membuat gigil ruang hatimu

Pagi ini
Tak lagi kujumpai
Wajah bidadari yang merona terkena cahaya
Tinggal mata berkabut
Yang tergenang air mata

( firsajoning, 25 Jan 2015 .......Tentangmu Pagi Ini )

Jumat, 22 Januari 2016

Belajarlah

Ini catatanku tentangmu
Yang menyebut dirinya penyair
Karena lulus dari Universitas Terkenal
Dengan ilmu yang tak terbilang banyaknya

Namun, lihatlah sikapmu
Tidak lebih baik dari lulusan Sekolah Dasar
Tidak lebih santun dari orang yang tak pernah makan sekolah
Menelanjangi kata - kata orang lain
Tanpa adab dan sopan santun

Kau yang menyematkan atribut penyair senior
Dengan pongah melangkah gagah
Menginjak kami yang baru belajar kata - kata
Menelanjangi semua karya tanpa belas kasian

Padahal diluar sana
Sungguh aku berteman dengan para cendekia
Karya sastranya sudah mendunia
Namun tetap santun dan bersahaja

Sungguh mereka lulusan sastra
Bukan saja S1 atau  S2
Guru Besar sudah disandangnya
Namun tetap ramah hati ketika menyapa
Tak pernah menghina sebuah karya
Walau hanya tentang titik dan koma

Jadi untuk apa berjalan tegap
Mendongakkan kepala
Kalau hanya membuat lara
Dan meninggalkan luka
Meninggalkan noda hitam pada karya sesama

Bukankah kita harus ingat pelajaran Bahasa Indonesia
Bagai ilmu padi yang harus kita teladani
Makin berisi makin menunduk

Bukan sebaliknya
Seperti tong kosong berbunyi nyaring
Banyak bicara tanpa karya nyata
Banyak mencaci tanpa bukti hakiki

Berhentilah memandang sebelah mata
Kepada kami yang belajar tentang kata - kata
Sungguh kami hanya ingin merdeka
Mengungkap kata dengan jujur dan bijaksana

( Firsajoning, Belajarlah....23 Jan 2016 )

Ijinkan aku menjadi kata2

Ijinkan aku tetap menjadi kata - kata
Yang akan memenuhi kertasmu
Walau mungkin kau jemu
Atau mungkin bosan dengan semuanya

Tapi aku yakin seyakinya
Kau tetap akan membacaku
Karena kau tetaplah penasaran
Atas apa yang kucatatkan di kertasmu

Jadi, walaupun kau muak
Kau mengutukku
Atau, kau membenciku
Namun kau tetap membacaku

Sungguh aku tahu itu
Jadi ijinkalah aku tetap menjadi kata - kata
Hingga bebas kutuliskan apapun di kertasku
Dan aku yakin kau akan tetap membacanya

( firsajoning, Ijinkan Aku Menjadi Kata - Kata....22 jan 2015 )

Kamis, 21 Januari 2016

Syukur

Untuk nafas yang masih tersambung
Untuk hidup yang masih bergeliat
Rasa syukur tak pernah habis
Terimaksih tak pernah pupus

Untuk nafas yang masih tersampaikan
Dari pagi hingga pagi lagi
Dari malam dan kembali malam
Semua atas rahmat yang tak pernah putus

Nafasku yang tak lagi tersengal
Hidupkku yang tak lagi susah
Hanya syukur yang tak pernah putus
KepadaMu pemberi semua pinta

( firsajoning, Syukur...21 Jan 2016 )

Rabu, 20 Januari 2016

Tercatat sempurna

Tercatat semua resah
Genap dan penuh dalam rasa
Melengkapi sandiwara kehidupan
Dengan lakon yang semakin memuakkan

Tercatat semua dengan sempurna
Pada buku yang tak akan pernah usang
Yang akan terus dibaca sebagai sejarah
Atas semua peristiwa yang memuakkan

( firsajoning, Tercatat Sempurna....19 Jan 2016 )

Hujan bagi penyair adalah puisi

Ini cerita tentang hujan
Yang tak akan pernah selesai
Seperti senja ini
Ketika hujan mengàjak kita bercanda

Bercanda bahagia
Berderai semua cerita
Tak pernah berakhir dari bibir manis
Berceloteh tentang cita - cita

Masih ditemani hujan
Rinainya semakin menderas
Sederas semangatmu
Untuk menggapai semua cita

Hujan menemani kita
Dengan harap yang tak pernah usai
Semua mengalir deras dan lembut
Bermental baja berhati sutra

( firsajoning, Hujan Bagi Penyair Adalah Puisi....Hebat untuk Paskanida Tonti...19 Jan 2016 )

Minggu, 17 Januari 2016

Maafku

Aku memaafkanmu
Maaf untuk kedua netramu
Yang jelas menelanjangiku
Sampai jauh kedalam hatiku

Aku memaafkanmu
Maaf untuk kedua tanganmu
Yang jelas menjamahku
Bahkan sampai jauh di lubuk hatiku

Aku memaafkanmu
Maaf untuk mulut dan lidahmu
Yang terus mengeluarkan janji manis
Semanis janji kehidupan yang kau ucapkan padaku

Aku memaafkanmu
Maaf untuk keutuhan ragamu
Dan keutuhan jiwamu
Yang menyatu dgn jiwa ragaku
Tanpa manpu aku menolakmu

Aku memaafkanmu
Maaf untuk semua yg telah terjadi
Maaf untuk semua kata cintamu
Dan maaf untuk semua janji manismu untuk hidupku

( firsajoning, Maafku ....17 Jan 2016 )

Sabtu, 16 Januari 2016

Kau dan Aku

Kau dan aku
Satu jiwa satu hati
Berjanji sehidup semati
Menjaga debar di dada
Agar selalu terjaga

Kau dan aku
Satu jiwa satu hati
Saling berjanji setia selamanya
Tidak akan saling khianati
Walau waktu menyakiti

Kau dan aku
Satu jiwa satu hati
Saling berjanji dalam hati
Merawat debar yg semakin tak bertepi
Aku dan kamu dua dalam satu

( Firsajoning, Kau Dan Aku....18 Jan 2016 )

Jumat, 15 Januari 2016

Hanya Untukmu

Wajahmu yang ingin kulihat
Saat aku membuka mata
Wajahmu yang ingin kulihat
Saat aku menutup mata
Saat matahari membuka hari
Senyummu yang ingin kulihat
Saat matahari tenggelam
Masih senyummu yang ingin kulihat
Aku akan sll merawat debar
Debar yang ada didalam dada
Tetap hanya untukmu
Dan hanya untukmu

( firsajoning, Hanya Untukmu....16 Jan 2016 )

Minggu, 03 Januari 2016

Hari Pertama Sekolah

Rindu membuncah
Pada wajah - wajah yang sumringah
Senyum - senyum merekah indah
Mengawali hari nan indah

Peluk hangat para sahabat
Jabat erat penuh semangat
Mengawali semua niat
Menjalani hari dalam nikmat

Wajah siswa penuh suka cita
Tersenyum dan tertawa bahagia
Walau libur telah berakhir
Semangat belajar tak pernah berakhir.

( firsajoning, Hari Pertama Sekolah, 4 Jan 2015 )