Dalam jerit kesunyian
Aku meratapi nasib
Mengapa aku tak diijinkan hidup
Tak diijinkan menghirup udara fana
Dalam jerit kesunyian aku menangis
Atas tindakan bengis
Dari seorang yang harusnya kupanggil " Ibu "
Yang tega mengambil nafasku
Dalam jerit kesunyian aku protes
Kepada keadaan yang salah untukku
Padahal aku tak pernah salah
Namun mengapa aku di salahkan
Dalam jerit kesunyian
Aku menangis panjang
Ketika alat penghisap mencabik tubuhku
Tercerai semua anggota tubuhku
Dalam jerit kesunyian
Aku menjadi bisu
Tangisku tak lagi terdengar
Hawa kematian dalam pelukanku
Dalam jerit kesunyian
Aku tak lagi berhak hidup
Entahlah ini salah siapa
Yang aku tahu " Ibu " tak ingin melihat tangisku dan tak pernah ingin melihat tawaku
( firsajoning, Jerit Kesunyian.....26 Jan 2015 )