Senin, 30 November 2015

Janji

Pada lelaki inilah aku bersandar
Bukan karena penatnya hidup
Bukan karena letihnya perjalanan
Namun karena rasa untuk berbagi
Karena rasa nyaman yang kau tawarkan

Pada lelaki inilah aku berlindung
Bukan karena aku butuh pertolongan
Bukan karena aku kekurangan
Namun kasihmu membutku nyaman

Pada lelaki inilah kusandarkan impian
Impian dan janji kehidupan
Sungguh bukan karena kita tidak bahagia
Namun cinta telah menyatukan kita
( firsajoning, Janji Kehidupan....30 Nov 2015 (

Sabtu, 28 November 2015

Keputusan

         Seminggu sudah ayah meninggalkan kami, rumah masih diliputi kedukaan. Rumah menjadi tanpa cahaya, semua penghuni rumah mendadak menjadi pendiam dan bisu.  Bagi kami ayah adalah segalanya, beliau adalah sosok panutan dan teladan untuk kehidupan aku dan Kak Rara. Sejak meninggalnya ayah seminggu yang lalu,  rumah ini benar - benar ikut kehilangan nyawa dan gairahnya, seakan ayah membawanya pergi bersama jasadnya.
         Sejak meninggalnya ayah kulihat ibu sangat bersedih. Beliau nyaris tak pernah keluar kamar, kami sungguh memakluminya semasa hidupnya ayah sangat mencintai ibu. Betapa kami suka iri melihat kemesraan mereka berdua, sering ayah memanjakan ibu dihadapan kami putri - putrinya, dan demikian juga ibu terhadap ayah, sungguh kami berdua merasa beruntung memiliki keluarga yang sempurna. Tak pernah kutemui pertengkaran dalam rumah kami, hanya kebahagiaan yang melingkupi keluarga kecil kami.
           Ayahku semasa hidupnya adalah ayah yang super sibuk. Sebagai seorang pejabat di Pemerintahan  menuntut ayah untuk banyak berhubungan dengan relasi kerjanya, makanya untuk urusan komunikasi ayah tak pernah ketinggalan.  Ayah selalu mengikuti perkembangan teknologi, ayah selalu memiliki handphone yang canggih, kami tak pernah protes walau ayah selalu berganti setiap ada handphone dengan seri terbaru, karena kami menganggap bahwa itu untuk menunjang karir ayah, dan yang membuat kami tak pernah protes karena pasti ayah juga membelikan untukku dan juga Kak Ra. Hanya ibu yang enggan Handphonenya ganti - ganti, beliau mengaku ingin setia kepada handphone jadul permberian ayah saat ulang tahun pernikahan peraknya, menurut ibu handphone yang ibu miliki sudah cukup untuk sarana komunikasi dengan ayah.
            Ibu masih sangat kelihatan berduka, aku dan Kak Ra sibuk untuk menghibur ibu. Kadang kami masuk ke kamar ibu dan mengajak bercanda, namun ibu hanya diam dan larut dalam kesediahan. Pernah satu sore sengaja aku membawa kejutan untuk ibu, " Taraaaa....coba tebak Noni bawa apa ,Bu ? Sambil kuperlihatkan bungkusan ditanganku, namun Ibu hanya melihat sekejap kemudian menunduk kembali, padahal sore itu aku belikan ibu martabak kesukaan beliau, sungguh kesedihanku semakin sempurna melihat ibu terus larut dalam duka.
             Sebenarnya tidak hanya aku yang sibuk mengibur Ibu, Kak Ra, juga tak pernah lelah mengibur ibu, Kak Ra yang selalu memastikan walau Ibu nyaris tidak keluar kamar, namun semua keperluan makan dan minum ibu tak pernah diabaikan. Kak Ra selalu ingin memanjakan ibu dengan masakan kesukaan beliau, itu salah satu usaha Kak Ra untuk menghibur Ibu. Ibulah yang mengajari kami putri - putrinya untuk bisa memasak.  Walau jaman sekarang apa - apa bisa dibeli dengan mudah namun sungguh aku ingat nasehat ibu suatu sore , " Non, Ra...kalian itu anak - anak perempuan, anak perempuan harus pandai memasak agar kelak kau disayang keluarga," demikian nasehat ibu mengalir lembut untuk kami berdua, kami selalu diajarkan berbagai menu masakan, hingga kami berdua menjadi cekatan dan trampil di dapur.
            Kerabat dan juga sanak saudara yang lain juga tak kalah usahanya untuk menghibur ibu, setiap sore pulang kerja pasti Tante Nani adik ibu yang paling kecil pasti menyempatkan diri untuk datang menghibur ibu, walaupun ibu hanya diam namun Tante Nani tak pernah putus asa, bagaimanapun Tante Nani bisa memaklumi mengapa Ibu sangat bersedih sepeninggal ayah.
           Sore ini hujan deras mengguyur persada, dinginya menusuk tulang. Sungguh aku khawatir dengan ibu, karena seharian beliau  tidak keluar kamar. Perlahan - lahan kuketuk pintu, tidak ada jawaban, pelan - pelan pintu kubuka ternyata pintunya tidak dikunci, kulihat ibu kaget ketika melihatku datang, dan buru - buru menyembunyikan hanphone milik ayah di bawah bantal, " ada apa Non? Kau mengangetkan Ibu," masuk tanpa mengetuk pintu, " Maaf ibu, tadi Noni sudah ketuk - ketuk pintu, namun  Ibu tidak mendengar, Noni khawatir dengan Ibu."  " Ibu baik - baik saja tak usah kau khawatirkan ibu." Perkataan Ibu tidak pas dengan raut wajah yg sangat kelihatan tegang. Sungguh aku jadi penasaran, namun demi memdengar kata ibu aku jadi tidak ingin bertanya lagi, " Non, tolong tinggalkan ibu sendiri, Ibu perlu menenagkan diri, maafkan Ibu ya sayang, sambil mengecup keningku." Kutinggalkan kamar Ibu dengan sejuta tanya dalam hati.
             Hari Minggu yang cerah, Aku dan Kak Ra sedang asik melihat acara televisi, saat tiba - tiba dikagetkan dengan suara pintu kamarnya ibu, kami berdua kaget bukan kepalang, pagi ini Ibu keluar dari kamar, dan yang mengangetkan ibu sudah berdandan cantik, lengkap dengan tas kesukaan ibu, " Ra...segera siapkan mobil, antar ibu ke Solidio, Aku dan Kak Ra saling berpandangan, ketika kembali Ibu mengejutkan kami, " Cepat Ra, Ibu diantar sekarang," . Kak Ra langsung melompat dari kursi menyambar kunci mobil diatas meja, dan langsung menuju garasi, mengeluarkan Honda Jazz miliknya.  Menghidupkan mesinya dengan tergesa - gesa , aku bergegas duduk di jok belakang mobil.
             Sepanjang perjalanan kami hanya terdiam. Ibu diam seribu bahasa, kami berdua tak berani bertanya apapun. Perjalanan jadi terasa semakin panjang. lampu merah terasa lebih lama dari biasanya. Perjalanan dalam kebisuan ternyata tidak mengenakan, banyak tanya dalam benak kami berdua namun sungguh kami tak punya keberanian untuk bertanya kepada ibu. Kulihat wajah ibu tegang, gusar  dan tidak tenang, baru kusadari ibu semakin nampak lebih tua sepeninggal ayah.
                Setengah jam kemudian kami bertiga sampai di Solidio. Solidio adalah toko Handphone dan Assesoris paling terkenal di kotaku.Ibu bergegas turun dan kami berdua mengikutinya dari belakang, tampak ibu sibuk mencari sesuatu dari dalam tasnya, kemudian ketemu yang Ibu cari, ternyata handphone milik ayah, kami berdua tak sempat bertanya kepada Ibu, Ibu sudah memanggil pelayan Toko , " Mbak tolong cetak foto yang ada di galeri, dengan folder cintaku ya," dengan ramah mbak penjaga toko menjawab, " siap Ibu, sambil menerima handphone dari Ibu. " Di cetak semuanya , Bu ? , nampaknya ibu kaget dan tiba - tiba ibu meminta kembali handphone milik ayah, dan bilang kepada penjaga toko, " maaf ya mbak, Saya tidak jadi  cetak foto," , kami berdua hanya bengong, ketika suara ibu membuyarkan semuanya, Rara, Noni ayo kita pulang.
              Sesampai dirumah, Kak Ra memasukkan mobil ke dalam garasi. Aku membututi langkah ibu. Handphone ayah yang sepanjang perjalanan ada dalam gemggaman ibu, sekarang diletakkan begitu saja oleh ibu di atas bufet ruang tengah. Tanpa berkata Ibu masuk kedalam kamar dan mengunci pintu. Aku yang amat sangat penasaran dengan handphone ayah segera mengambilnya. Duduk di sofa ruang tengah dan mulai membukanya, Kak Ra masuk dan langsung duduk di sebelahku, " Cepat lihat foto siapa dik yang tadi akan di cetak Ibu, " kami berdua sibuk mencari galeri dan kami menemukan folder " Cintaku " dengan menahan nafas kami membuka folder tersebut, foto - foto awal memang memuat kemesraan foto Ayah dan Ibu, namun selanjutkan kami berdua dibuat kaget, di situ nampak  foto ayah dengan perempuan lain, dan yang jelas itu bukan fotonya ibu. Kami saling bertatapan, foto yang sangat mesra, kami lihat ayah memeluk pinggang  perempuan itu dari belakang dan merekan tersenyum bahagia.  Ada lagi foto yang tak kalah mesra foto dengan panoraman laut yang indah dan ayah bergandeng tangan dengan perempuan berambut sebahu itu, kami berdua saling bertatapan dan sangat tidak percaya ayah mempunyai perempuan selain ibu.
              Dengan menahan nafas kami berdua buka semua galeri foto  milik ayah. Sungguh kami banyak menemukan foto - foto ayah dengan perempuan berwajah lembut itu, kami yakin itu bukan teman biasa ayah, karena banyak sekali moment - moment mesra dari mereka berdua. Kami semakin penasaran ingin tahu siapa perempuan yang telah merebut hati ayahku, dan tiba - tiba ada perasaan sakit yang hadir dalam hati kami.  Ayah telah menghianati ibu, tak terasa butir - butir bening menyudut di mata kami berdua, sungguh kami semakin mengerti mengapa ibu tak pernah keluar kamar selama ini, pasti ibu teramat sakit karena ayah.
               Kami buka semua aplikasi yang ada di handphone ayah. Sayangnya kami tak menemukan  apapun selain foto - foto ayah dengan perempuan berambut sebahu itu, tidak ada apapun yang bisa memberikan titik terang siapa perempuan di galerinya ayah.  Semalaman kami berdua tak bisa tidur. Wajah perempuan yang berfoto mesra dengan ayah benar - benar menganggu.
               Pagi ini kami sudah bertekad akan mencari tahu siapa perempuan itu, kami siap membela ibu yang pasti saat ini hatinya hancur karena Ayah,  Kami sibuk ingin memcari strategi untuk mengungkap jati diri perempuan itu, tiba -tiba Ibu masuk ke kamar kami, " Non, Ra...bolehkah Ibu minta tolong ?,  kami menjawab dengan kompak ,"Minta tolong apa , Bu?, sambil menahan nafas ibu berkata " lupakan perempuan di galerinya  ayahmu, dan jualah handphone itu! Ibu ingin mengenang Ayahmu dalam kemanisan dan kebahagiaan, bukan prasangka dan curiga, karena ayahmu telah tiada,"
Kami berdua saling bersitatap, memcoba mengerti keputusan Ibu

(Magelang , 29 Desember 2015 )

            
          
          

Jumat, 27 November 2015

Tempatku Kembal

Ini tentang rumah kecilku
Rumah kecil yang tak sempurna
Rumah yang kurang jendela
Rumah dengan sedikit cahaya

Ada rumah yang indah
Dengan taman dan bunga mekar warna warni
Dengan pintu dan jendela lebar
Tempat semua kesukaan

Bersama penghuninya aku selalu basah
Basah oleh kekayaan
Kuyup dengan kemesraan
Banjir dengan penghargaan dan pujian

Rumah besar itu
Begitu menjanjikan surga dunia
Begitu menjanjikan ketenangan
Membuatku hanyut dalam pelukan

Ketika kembali aku terbangun
Kesadaranku penuh dan utuh
Dirumah kecilku   aku harus kembali
Kembali menjadi seorang istri

Ketika kembali aku tersadar
Rumah kecil inilah rumahku
Tempat kehormatanku utuh
Tempat harga diriku penuh

Kini tak akan ragu lagi
Kemana aku harus kembali
Walau rumah kecil dan sederhana
Disinilah ingin kubangun surga

Kini tak akan ragu lagi
Kemana rasa harus berlabuh
Kepada belahan hati yang sesungguhnya
Yang akan mengantarku ke surga

( firsajoning, Tempatku Kembali....28 Nov 2015, terinspirasi dr Novelnya Ayah Nadjib Kertapati " Memburu Matahari " )

Rabu, 25 November 2015

Janji

Kau akan merawat debarmu
Aku akan merawat debarku
Kita akan saling merawat debar
Kita akan menua bersama

( firsajoning, Janji....26 Nov 2015 )

Padamu

Pada laki- laki bermata teduh
Kulabuhkan semua harapku
Pada dadanya yang lapang
Kusandarkan semua duka lara

Pada lengannya yang kekar
Kugantungkan semua mimpiku
Pada kelembutan hatinya
Kusandarkan semua keinginanku
( firsajoning,26 Nov 2015 )

Senin, 23 November 2015

Aroma Tehku

Kisah tentang kebun teh
Daun - daun segar memanja mata
Pucuk - pucuk merangsang sukma
Hari ini aku jatuh cinta
Pada hangatnya teh yang diseduh
Pada manisnya janji kehidupan
Bersama kisah kebun teh
Dan menikmati segarnya minum teh
Jiwaku melayang, àsaku melambung
Minum teh membuat catatan perjalanan
Kebun teh mengurai semua kisah
Jejak perjalanan ditinggalkan
Pada pucuk - pucuk daun teh
Pada harum aroma teh seduh
Hidup dalam kenikmatan
Nikmatnya minum teh hari ini
Janjimu kusimpan rapi
Bersama aroma wangi puncuk daun teh

( firsajoning, Aroma Tehku....23 Nov 2015 )

Sabtu, 21 November 2015

Menua Bersamamu

Aku akan belajar merawat debar
Memelihara suara degup
Agar terus berirama
Agar terus membawa nafas kehidupan

Aku akan terus belajar bersamamu
Melalui suka dan duka
Melalui cinta dan airmata
Melalui bahagia dan gundah guĺana

Aku akan terus belajar bersamamu
Hingga di ujung waktu
Hingga di batas usia
Hingga takdir menyampaikan kepada kita
Kau adalah belahan jiwaku seutuhnya

( firsajoning, Menua Bersamamu....21 Nov 2015 )

Tentang Hujan

Senja ini aku ditemani hujan
Derasnya terdengar bagai nyanyian rindu
Aku terpaku, saat hujan bersamamu
Menangis tak lagi menjadi simbol kesedihan
Hujan menyamarkan semuanya

Senja ini aku ditemani hujan
Derasnya membuatku terpaku
Sadarku tersentak pada jantung yang berdetak
Hujan selalu membawa rinduku padamu
Dan nyanyian hujan semakin terdengar merdu

Senja ini aku ditemani huja
Saat kuingat semua janji manismu
Yang jatuh menderas bersama hujan
Cincinmu melingkar dijariku
Ketika hujan rindu membawaku kehatimu

( firsajoning, Tentang Hujan....21 Nov 2015 )

Jumat, 20 November 2015

Aku Belajar Mengenalmu

Aku mulai belajar mengenalMu, Tuhan
Sejak aku masih dalam hening rahim ibu
Belaian lembut dan bisikan halus
Tak pernah berhenti namaMu disebut
Itulah aku mulai belajar mengenalMu, Tuhan

Aku terus belajar mengenalMu, Tuhan
Dari semua yang kau berikan
Tentang cerita indah dunia
Tentang nikmatnya alam semesta
Aku terus belajar mengenalMu

Selasa, 17 November 2015

Aku Jatuh Cinta Kepada Tuhan

Aku jatuh cinta kepada Tuhan
Sejak aku dilahirkan dari rahim ibu
Sejak aku mulai belajar menyusu
Sejak aku masih buta dunia

Aku jatuh cinta kepada Tuhan
Ketika masa kanak - kanakku berlaku
Dengan penuh kenangan merah jambu
Aku belajar memaknai kasih sayangMu
Cintaku semakin besar

Aku jatuh cinta kepada Tuhan
Ketika kulewati masa remajaku
Duka bahagia menggenapi jejak perjalanan
Tuhan selalu menjaga kesucian diriku
Cintaku semakin tak terbendung padaMu

Aku jatuh cinta kepada Tuhan
Ketika masa aku mengenal hidup dalam kedewasaan
Perjalananku semakin sempurna
Cintaku kepada Tuhan semakin dalam

Aku semakin jatuh cinta
Aku Mencintai Tuhan dalam hidupku
Sejak aku dilahirkan
Sampai aku dimatikan
Kuhadirkan Tuhan dalam hidupku
Dalam denyut dan nafasku

( fo rsajoning, Aku Jatuh Cinta Kepada Tuhan...18 Nov 2015 )

Senin, 16 November 2015

Aku Tak Bertanya

Aku enggan bertanya
Masihkah kau setia kepada embun pagi
Masihkah kau setia kepada aroma kopi
Wangi tubuhku, senyum manisku
Masihkah kau sibuk mencumbuku
Atau semua hanya menjadi bisu
Atau semua hanya menjadi batu
Berlalu tanpa ada tanda darimu
Berlalu tanpa ada tanpa sapapu
Membisu dalam seribu bahasamu
Dan aku tak bertanya lagi
Tentang embun pagi, aroma kopi, harum tubuhku dan senyum manisku
Semua menjadi beku dan bisu
Semua karenamu

( firsajoning, Aku Tak Bertanya...17 Nov 2015 )

Sabtu, 14 November 2015

Pagi

Pagi yang membasah
Pada aroma kopi kusesapi pagi
Kupintalkan semua doa - doa
Melesat di langit
Aroma kopi terus menyeruak
Kupandang senyum mentari
Pada sajak cinta yang tak pernah mati
Aku merinduimu harum melati
Seharum wangi nafasmu
Sewangi harum tubuhmu
Terus dalam pintalan doa
Pada pagi yang membasah

( firsajoning, Pagi ....14 Nov 2015 )

Tentang Hujan Semalam

Ini tentang hujan semalam
Yang menyisakan bau tanah
Yang menyisakan angin semilir
Yang menyisakan degup kehidupan
Pada daun - daun yang basah
Pada dahan - dahan yang bergeliat
Pada harum tubuhmu semalam
Pada nafasmu pada tubuhku
Aku menikmati hujan semalam
Dan mejinggalkan jejak hingga pagi

( firsajoning, Tentang Hujan Semalam....14 Nov 2015 )

Jumat, 13 November 2015

Tetaplah Ada

Tetaplah disini
Untuk tetap tinggal
Dalam rumah hatiku
Menemaniku, selamanya
Tanpa bertanya kenapa?
Tanpa bertanya mengapa?
Tetaplah tinggal
Walau hanya dengan sepenggal kisah
Dan tak akan ada lagi pertanyaan
Semuanya sudah terjawab
Lewat senyum dan tatap matamu
Tak perlu lagi ada pertanyaan
Cinta itu jelas ada di bening matamu
Dan aku mengerti semuanya
Tetaplah ada untuk hidupku
Walau sesederhana waktu bersamaku

( firsajoning,  Tetaplah Ada....14 Nov 2015 )

Malam Mengelabuhiku

Malam mengelabuhiku
Dengan senyum di ujung bibir
Menatap wajah kekasih
Dalam bimbang dan remang

Malam mengelahuhiku
Dari tatapan penuh suka cita
Pada bibir yang terus berceloteh manja
Tangisan hati tak pernah terhenti

Malam mengelabuhiku
Dalam gelap tanpa sinar
Semua dipaksa untuk terus tersenyum
Tertawa dalam luka yang tak pernah terlihat

Malam mengelabuhiku
Dengan canda dan tawa di bibir semu
Samapai kudapati kembali
Diri dalam luka yang tak pernah terhenti

( firsajoning, Malam Mengelaguhiku....14 Nov 2015 )

Sabtu, 07 November 2015

Hujan

Aku menikmati hujan senja ini
Seperti menimati semua rindu
Yang tiba - tiba datang
Dan semakin memderas
Tak bisa kubendung, membuncah
Dan semakin menderas
Bersama tetes yang tak sengaja meleleh
Derai rinduku bersama hujan
Apakah kau juga merasakanya??

( firsajoning, Hujan....7 Nov 2015 )

Kamis, 05 November 2015

Surat Ananfal 1-4

Kajian Pagi Ini
Ustadz Janu Ismadi
Ruang Guru SMK N 2 Magelang

Isi Kajian
Surat Al Anfal ( Harta rampasan ) , surat ini juga sering  disebut surat alqodar, karena berkaitan dengan harta rampasan.
Ketika perang badar selesai, terjadi perselisihan di antara umat islam sendiri yaitu Kaum Ansor dan Muhajirin, harta rampasan yg banyak itu diklaim oleh berbagai pihak, hingga terjadi perselisihan diantara merekz, dan mengakibatkan turun surat Al Anfal. ALLAH Menyampaikan bahwa harta rampasan milik Allah dan Rasulnya, artinya harta itu milik Allah dan yang berhak membagi adalag Rasullah, dan Allah memerintahkan untuk bertaqwa kepada Allah, jangan berebut dan berdamailah, taatilah Allah dan Rasulnya, apabila kalian benar - benar orang yg beriman.

Intinya adalah apabila kita beriman maka taatilah Allah dan rasulnya, jagalah iman yg ada dalam diri kita, karena iman adalah anugrah dr Allah, dimanapun kita berada kita wajib menjaga iman kita, iman adalah alat kotrol dan pengendali untuk diri kita, agar nafsu tidak memebelenggu kita.

Iman adalah nikmat dr Allah yang sangat banyak sekali manfaatnya, nikmat adalah segala sesuatu yang bermanfaat untuk kita, padahal kita sudah diberikan Allah nikmat yg sangat banyak, untuk itulah kita harus menjaga iman kita dengan baik, agar kenikmatan dapat kita raih.
Nikmat adalah yg memberi manfaat, apabila nikmat tidak memberi manfaat pasti itu bukan nikmat, contohnya merokok dll, dan kemanfaatanya ada di dunia dan akherat.

Apabila kita mendapatkan nikmat wajib kita mengucap Alhamdulillah, baik nikmat yg bersifat duniawi dan akherat.
Semoga kita mampu menempatkan iman kita dengan benar.
Kita tidak hanya fokus dengan nikmat dunia, namun kita juga mampu fokus dengan nikmat yg berkaitan dgn akherat.
Iman sangat penting dalam hidup kita.

Indikator orang yg beriman  adalah sebagai berikut :
1.Sesungguhnya orang2 yg beriman apabila mengingat Allah/ di ingatkan maka hatinya bergetar.
Bergetarnya hati karena adanya rasa yg ada dalam hidup kita karen belum banyak berbuat baik, dan bergetar karena kemulian Allah yg mengampunkan segala dosa kita.
2. Apabila mendengar ayat - ayat Allah maka imanya semakin bertambah.
Kita harus berusaha untuk terus belajar memahami ayat - ayat Allah
3. Selalu bertawakal kepada Allah
Beriktiyar diartikan sebagai kepasrahan dr segala usaha yang telah dilakukan.
Kita harus ingat segala sesuatu yg ada di muka bumi ini ini adalah atas kehendak Allah Swt,
4. Orang yng beriman akan rajin melaksanakan sholat baik wajib maupun sunat

Janji Allah untuk orang yang beriman

Orang yg beriman akan diangkat derajatnya, diampuni dosanya dilancarkan rizkynya.
Kita harus mampu memaknai bahwa rizky tidak hanya berupa harta benda saja, anak yg sholis, kesehatan yg baik, istri yg sholehah, dll adalah contoh rizky dr Allah yg wajib kita sukuri.

( firsajoning, Catatan Kajian Jumat Pagi....6 Nov 2015 )

Kau dan Aku

Ini tentang kisah perjalanan
Akan menjadi catatan hati yang tak akan usang
Semua luruh menjadi kenangan bukan bayang
Menyatu dalam kisah yang tak mungkin usang
Kita tak pernah mengganggap gersang
Bersemi semua benih yang tak mungkin hilang
Bersama janji yang akan kuat terpatri
Bersama menjalani hari sampai tutup usia nanti
Ini tentang kisah perjalanan
Yang akan terus berjalan bersama waktu
Akan terus bertabur rindu
Tak pernah lelah memetik rasa
Perjalanan ini tak akan pernah usang
Ada bahagia yang akan terus kita kenang
Walau senja pasti kan datang

( firsajoning, Kau dan Aku....5 Nov 2015 )

Selasa, 03 November 2015

Rumah Tanpa Pintu

Ini rumah tanpa jemdela
Hanya ada satu pintu
Tenpat semua cinta menjadi satu
Tanpa karpet tebal
Tanpa kasur busa
Tanpa TV berwarna
Tanpa ada barang berharga

Namun rumah ini pehuh cinta
Berjuta rasa menjadi satu jiwa
Semua rasa menyatu sempurna
Semua senyum mengukir asa
Ada canda, ada tawa
Ada bahagia yang terpancar nyata

Ini rumah tanpa jendela
Tempat semua penghuni berpeluk mesra
Bersatu hati dalam dekapan cinta
Tak peduli alam tak ramah menyapa
Cinta terpancar dari wajah tanpa dosa
Ketulusan, keramahan terpancar penuh cahaya

Ini rumah tanpa jendela
Tempat semua hati menjalin rasa
Tempat wajah bertatap mesra
Trmpat cinta bersatu bahagia
Sungguh rumah tanpa jendela
Namun punya pintu menuju surga

( firsajoning, Rumah Tanpa Pintu...3 Nov 2015 )
Rumah2 di Oeekam NTT )

Minggu, 01 November 2015

Tentang Hujan

Ini tentang hujan malam ini
Datang bagai putri
Menunduk dan malu - malu
Derai rinainya belum terdengar
Namun sudah membuatku tenang
Ini tentang hujan semalam
Yang akan membuat tanahku basah
Janji kehidupan kembali merebak
Akan tetap tumbuh bersama janjimu
Ini tentang hujan semalam
Yang akan tetap kunanti dengan sabar
Semoga derainya kian terasa
Hingga senyum merekah sempurna
Dan semua yang bernyawa berbahagia
Menangislah , dengan air mata yang deras
Hingga seluruh alam bersuka cita

( firsajoning, Tentang Hujan Semalam.....2 Nov 2015 )