Senin, 18 Mei 2015

Maafkan Bunda

Kenapa kau makan pisau nak?
Tidak adakah makanan yang lain
Bunda sedih melihatmu berlumuran darah
Matamu nanar penuh dengan luka
Ach..luka - luka yang terus menganga
Membuat tetesan darah semakin kentara
Matamu menyimpan luka
Walau mulutmu terlihat tertawa
Kenapa kau makan pisau?
Tidakkah ada yang tersisa
Dari makanan yang bunda buat
Ataukah semuanya sudah habis
Habis ditelan derita
Maafkan bunda ya nak
Hanya membutmu semakin terluka

( firsajoning, Maafkan Bunda....18 Mei 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar