Putraku
( firsajoning, Catatan....1 April 2015 )
Hari Sabtu, tanggal 28 Maret putraku berangkat untuk wisata ke Pulau Bali, semua sudah saya siapkan, termasuk makanan kecil dan uang saku, saat itu sempat saya bertanya " Mas mau minta sangu berapa" dan putraku hanya menjawab, " Sakkersane Ibuk kemawon" akhirnya Mas Firdaus saya bekali uang untuk uang saku di Bali sejumlah Delapan Ratus Ribu, menurut putraku itu terlalu banyak, padahal saya sudah tanya - tanya ke teman - teman, rata 2 mereka menjawab Rp 750.000 s.d 1.000.000,
Wisata berjalan dengan lancar dan menyenangkan, setiap pagi atau malam pasti saling berkomunikasi, mengingatkan tentang sholat dan juga makanya, hingga siang ini Rabu, tanggal 1 April 2015, putraku kembali dari wisata, sampai di rumah aku lihat isi tasnya hanya ada pakaian kotor saja, saya tanya" Mas gak beli oleh - oleh ? " sambil mandi Mas menjawab " Mboten Buk", lalu aku bertanya lagi lha uang sakunya buat apa ? Putraku menjawab " Uang sakunya masih Rp. 750.000, hanya habis Rp.50.000, untuk ke toilet dan beli air mineral saja, Masya Allah putraku selalu seperti itu, saya bertanya kok gak beli apa2, mas hanya menjawab, makan sudah diberi dari sekolah, jajanan sudah bawa dari rumah, kalau beli kaos dll dirumah katanya masih ada jd belum perlu beli lagi, sungguh siang ini aku bersyukur, Putraku yang secara akademis biasa saja, namun banyak kelebihan yang melekat pada dirinya, teringat waktu dulu masih smp juga begitu, dikasih uang saku Empat Ratus Ribu, hanya berkurang Dua Puluh Lima Ribu, semoga kau tumbuh menjadi anak yang sholih, Mas sudah punya rencana, uangnya akan digunakan untuk memeprbaiki laptonya yang rusak, sungguh Ibuk bangga padamu Mas Firdaus Fakhri Aziz.