Minggu, 22 Februari 2015

Empun Pagi

Embun pagi menetes pada dedaunan
Tanpa paksaaan tanpa syarat mengikat
Kilaunya pmenyejukan pandangan
Menebar kesejukan semesta alam

Embun pagi menetes pada dedaunan
Tanpa malu tanpa prasangka pada alam
Tak pernah ketika matahari mengeringkanya
Mengganti sejuk menjadi hangat

Embun pagi menetes pada dedaunan
Pasrah, dan teramat pasrah
Tak marah walau tak terlihat
Tak marah bila akhirnya jatuh di goyang angin

Embun pagi tetap menetes
Apapun yang terjadi
Tetap menyapa pagi
Sebagi tanpa pembuka hari berseri

Say... I love u
( firsajoning, Embun Pagi...23 feb 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar