Kamis, 01 Januari 2015

Panggilah Aku Ibu

Tahun telah berganti
Lembaran baru telah terbuka lagi
Masihkah seperti tahun yang lalu
Wahai para istri yang di panggil ibu
Setiap pagi berteriak membangunkan putra putrimu
Mengajari mereka dengan penuh nafsu
Bila mereka berpendapat kau tak mau tahu
Menurutmu hanya pendapatmu yang paling bermutu
Memberinya banyak materi
Karena kau anggap itu yang paling berarti
Atau hanya sebagai pelarian diri
Karena kau tak cukup waktu untuk mereka
Dan engkau selalu beranggapan itu hal yg sangat istimewa
Kau bangga karena memanjakan mereka dengan harta benda
Berteriak teriak menganggap kau ibu paling bijaksana
Bercerita kepada handai taulan dan sahabat semua
Bahwa kau ibu yang paling berwibawa
Sementara putra putri di rumah
Merasa semakin jauh dari ibunya
Hingga berlari pada hal hal yang tak berguna
Menganggap ibunya hanya simbol saja
Segala kasih sayang di dapat dari pembantunya
Ibu bagi mereka hanyalah mesin uang untuk mencukupi kesenanganya
Tahun telah berganti
Marilah ibu yang baik budi
Kembali pada fitrah sejati
Menjadi ibu yang dirindui putra dan putri
Menjadi lambang kelembutan dan kesabaran
Menjadi teladan dan kebanggaan untuk mereka
Jangan sampai lengah dengan peran yang lainya
Hingga melupakan takdir kita sebagai perempuan yg berguna
Tetaplah menjadi ibu
Yang penuh kasih dan lembut hati
Bersama membangun cinta untuk si buah hati
Hingga tak pernah ada penyesalan di ujung hari

( firsajoning, Panggilah Aku Ibu....2 jan 2015 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar