Rabu, 30 Desember 2015

Jodohku

              Aku adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Dua Adikkku Rani dan Damar hanya terpaut umur masing - masing  dua tahun dariku. Sebagai anak  pertama beban berat ada dipundakku. Ayah dan Ibu selalu menuntutku agar aku dapat menjadi contoh untuk kedua adiku. Tidak salah memang, namun semuanya menjadi beban berat  untukku
              Dalam hal pendidikan kedua orang tuakau selalu menuntutku agar sekolah yang tinggi, di sekolah favorit dan bergengsi.  Kedua orang tuakau selalu beranggapan bahwa kedudukan, dan harta benda akan menjamin kebahagiaan hidup. Dari pola asuh seperti itulah kami tumbuh dalam keluarga. Tidak salah, kalau kemudian aku tumbuh menjadi gadis pemilih dalam hal apapun.
              Setelah menyelesaikan Pendidikan S1 dengan menyandang predikat lulusan terbaik, aku sudah ditawari untuk bekerja, namun kuputuskan untuk melanjutkan sekolah. Dalam waktu dua tahun S2 sudah berhasil kuselesaikan, dengan gelar Mahister Manejemen di belakang namamu, dan lulusan terbaik dari Universitas Gajah Mada, tidaklah sulit bagiku untuk mencari kerja. Banyak perusahaan yang membutuhkan keahlianku.
               Dengan berjalannya waktu kedua adikku juga berhasil menyelesaikan studinya dengan cemerlang, keduanya juga berkerja di tempat yang bonafid dengan gaji yang tinggi. Terpancar kebahagian kedua orang tuaku menyaksikan keberhasilan dalam mendidik ketiga buah hatinya.
               Terlalu asik dengan  pekerjaan, aku sampai melupakan tentang pernikahan.Aku merasa enjoy dengan kehidupanku saat ini. Dengan penghasilan yang tinggi, semuanya bisa kudapatkan. Tak terlintas sedikitpun untuk menikah. Sebanarnya aku bukan gadis yang kuper, temanku banyak dan diantara mereka juga ada yang menyukaiku. Namun sejak sekolah bahkan kuliah aku selalu beranggapan bahwa pacaran hanya akan menghambat studiku. Akibatnya jelas, walaupun banyak pria yang menyukaiku, pelan - pelan mereka meninggalkanku satu persatu. Semua terjadi karena pasti aku akan menolak mereka dengan dalih kuat, aku tidak ingin pacaran saat kuliah. Pacaran tidak ada manfaatnya dan hanya menghambat kesuksesanku dalan kuliah.
             Keputusanku untuk tidak pacaran saat kuliah mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuaku. Akibatnya aku benar - benar aman dan steril dari makluk yang namanya laki - laki. Ingat saat kuliah aku mendapat julukan " Perempuan Es " , karena sulitnya mereka memdapatkan cintaku.
             Berbeda dengan kedua adikku, walaupun mereka serius dalam studi, namun kuketahui sejak memasuki masa kuliah mereka mempunyai teman dekat, dan anehnya kedua orangtuaku tidak pernah melarang, hanya nasehat yang mengalir agar mereka berhati - hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar