Rabu, 03 Desember 2014

Perempuan Perkasa

Perempuan perkasa
Berjalan mendorong gerobak sayurnya
Sambil menggendong putri kecilnya
Semangat juang melekat di dadanya
Aku bertanya dengan rasa
Kenapa putri kecilnya siajak serta
Dengan tersenyum keluarlah jawabnya
Di rumah tidak ada yang menjaga
Karena ayahnya tergoda dengan janda beranak tiga
Aku sungguh tak menyangka
Penderitaan hidup di yang hadapinya
Sambil terus tersenyum di ujung bibirnya
Air mata menetes tak terasa
Achh...mbak Nur...sang perempuan perkasa
Masih bisa berkata, ikhlas menerima cobaaNya
Walau dengan berlinang air mata
Namun senyum ada di ujung bibir kelunya
Aku menatap dengan iba
Kepeluk dengan penuh rasa
Kubisikkan sebuah mantra doa
Mbak Nur...calon penghuni surga
Dia memelukku sambil berkata
Bu...sungguh saya ikhlas menerima
Dengan senyum di ujung bibirnya
Dan airmata menetes di pipi senjanya
Siang itu aku belajar makna cinta
Dari Mbak Nur perempuan yang perkasa

( firsajoning, Perempuan Perkasa....sabar ya Mbak Nur smg kebaikan untukmu dan kelima putramu....3 des 2014 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar